CERITA HISTORY HIDUP SAYA YANG LEMAH.
Orang tua saya tidak main-main saat memberi saya nama (GUNTUR PRATAMA). Kata ayah dan ibu saya, saya dilahirkan saat badai dan petir menerpa dengan kencang dikarnakan itu saya di beri nama Guntur disaat itu kata ibu saya sangat sangat susah untuk dilahir kan hingga berujung sesar dan alhamulillah dari kecil hingga sekarang saya walaupun tidak normal tapi saya ber hidup sehat hingga sekarang.
Saya lahir 19 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 mei
2001. Ibu saya pernah berkata bahwa saya adalah anaknya yang paling sangat
susah dilahirkan dibandingkan dengan tiga saudara saya lainnya. Adik saya dilahirkan
Sembilan tahun sesudah nya, dan adik saya yang ketiga dilahirkan dua belas
tahun setelah saya.
Kata orang-orang saya adalah anak yang sangat nakal. Mereka
sering memarahi saya karena perbuatan yang telah saya lakukan. Saya akui
kelakuan saya sangatlah membuat orang lain kesal, contohnya saya pernah ngumpul
tengah malam hingga subuh dan merasa membuat mereka terganggu setelah itu
mereka memarahi sembari menasehati saya, bahkan diantara mereka berkata
"semoga anak aku tidak seperti dia.
Saya adalah cucu yang sangat dekat dengan nenek saya. Sejak
kecil apabila kedua orangtua saya bekerja, rumah neneklah yang selalu saya
tuju. Di rumah bersejarah itulah segala senang sedih bersama nenek saya
terekam. Nenek adalah orang yang membela saya ketika orang lain memarahi saya
atas kenakalan saya, lucunya neneklah yang memarahi mereka.
Dibalik kenakalan-kenakalan saya waktu kecil, tidak jarang
saya jatuh sakit panas tinggi hingga step kejang demam. Sekitar umur 11 atau 12
tahun, Ketika itu saya pergi berkunjung ke rumah paman yang memiliki halaman
yang rindang akan pepohonan, saya bermain dengan sanak saudara saya dibawahnya.
Beberapa hari setelah itu di suatu pagi, saya terbangun dan merasakan badan
saya lemas dan pusing. Saya berangkat dari kamar saya menuju ruang tengah dan
berbaring hingga tertidur sembari menyalakan televisi. Namun, ketika terbangun,
saya sudah berada di dalam mobil dan dikelilingi oleh mama, papa, dan keluarga
lainnya. Mama berkata bahwa kami sedang menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dengan tidak sepenuhnya sadar,
terlihat disekeliling saya ada dokter dan beberapa perawat sedang memasang alat
infus di tangan kanan saya. Saya menangis dan memberontak. Saya yang nakal,
banyak gerak, dan hyperactive kini tergulai lemas di atas kasur rumah sakit.
Yang bisa saya lakukan hanyalah makan dan tidur. Dokter mendiagnosis saya
terkena penyakit darah rendah yang cukup parah. Hingga suatu saat saya tertidur
lama, mama saya heran mengapa saya hanya tidur dari pagi, lalu bibi yang sedang
menjenguk saya pada saat itu curiga dan menekan perut saya. ternyata saya
sedang mengalami tidak sadarkan diri, lalu mama memanggil perawat dan mereka
membawa saya ke ruang ICU Ketika siuman yang saya ingat hanyalah alat
pendetektor jantung disamping saya dan ruangan yang asing. Atuk saya kangen
atuk, entah apa yang ada dipikiran saya
ketika memanggil-manggil atuk saya yang sudah meninggal sebelum saya lahir.
Seketika itu pula Mama, beserta keluarga menangis mendengar kata-kata saya.
Saat itu keluarga saya sangat sedih. Mama saya rela
melakukan apapun untuk menyembuhkan anaknya, hingga ia rela kesana kemari untuk mencari alternative yang dapat menyembuhkan
penyakit darah rendah ini. Beruntungnya kami memiliki asuransi yang dapat
membantu kami dalam usaha penyembuhan penyakit yang sedang saya alami saat itu.
Akhirnya setelah seminggu menjalani perawatan yang intensif, saya berhasil
melawan darah rendah saya. Seiring berjalannya waktu kondisi saya
berangsur-angsur membaik, akhirnya saya pun sembuh.
Di menengah pertama, saya bukanlah anak yang pintar dalam
akademik. Namun, saya memiliki keahlian dalam non-akademik, seperti bela diri
bergambar. Saya mulai latihan bergambar pada umur 5 tahun yang di ajarkan oleh
nenek saya.
Saat memasuki jenjang SMP, saya masih tidak berfokus kepada
akademik, saya mengikuti ekstrakurikuler membaca puisi dan mendapatkan banyak
juara dalam kompetisi baris berbaris. Dalam mengikuti ekstrakurikuler ini
kepribadian saya ditempa untuk menjadi orang yang disiplin, menghormati NKRI,
dan kebersamaan. saya juga direkomendasikan untuk menjadi calon ketua OSIS
periode 2015-2016, yakni di kelas VIII, dan saya pun terpilih. Karena OSIS
inilah saya lebih berani berbicara di depan umum. Namun, di kelas VIII juga
saya tersadar akan ilmu yang harus saya miliki di masa mendatang. Akhirnya saya
mencoba untuk menyeimbangkan akademik dan non-akademik. Hasilnya saya
mendapatkan peringkat ke sepuluh di kelas saya.
Di kelas III SMP, saya semakin berfokus terhadap materi-materi
akademik untuk menunjang pendidikan selanjutnya, yaitu SMA. Pada saat itu saya
sangat tertarik kepada ekskul osis seperti menjadi anggota saja, karena sejak
saya kecil orang tua saya sangat menginginkan saya untuk menjadi seorang yang
disiplin. Itulah mengapa saya termotivasi untuk menjadi seorang yang disiplin
bahkan seorang yang patuh pada aturan sekalipun demi membanggakan mereka. Di
semester kedua kelas III SMP, saya mulai mendaftarkan diri saya ke salah satu
sekolah di KUBU RAYA PROV KALBAR yaitu SMA SATU. Dikenal karna ekstrakurikuler
nya.
Setelah menjalani beberapa tahap seleksi seperti seleksi
berkas, dan NIM , saya yakin akan lolos dan diterima sebagai siswa di SMA
tersebut. Pada saat pengumuman dari ratusan nama siswa yang lolos, saya pun
lolos di dalamnya. Pada saat itu saya merasa sangat gembira dan senang karna
adanya lolos tersebut.
Beberapa minggu setelah seleksi tersebut, saya pun prepare
untuk perlengkapan sekolah baragam untuk jejang SMA ini dan dikarnakan hal
tersebut ayah saya sangat mendukung untuk hal tersebut.
Dan beberapa minggu setelahnya sayapun masuk lah hari
pertama sebagai anak mahasiswa baru tersebut, saya di ospek lah oleh kaka
senior bisa dibilang oleh kaka kelas saya yang ber kelas 3 SMA, dan saya
memakai topi seperti badut dan membawa papan nama saya dan asal daerah saya.
Saya pun berjalan bersama mahasiswa baru lainnya saya pun merasa malu yang
dipandangi oleh kakak kakak kelas yang lainnya
dan mereka sangat ramai untuk menyambut kami, setelah sesampainya saya di
lapangan saya pun disuruh berkenalan untuk per ospekan ini didepan orang ramai.
Dan pada hari esok nya pun masih di ospek yang disuruh bawa
barang yang tidak jelas dan kami sebagai mahasiswa baru turut dengan hati yang
rendah hati. Kami pun di tes keimanan dan mental pada hari itu kami dijemur
disiang hari dan berpanas panasan pada hari itu setelah itu kami diistirahat
kan tapi belum usai setelah nya kami pun satu persatu dipanggil oleh guru
dikarnakan harus melengkapi biodata kami sebagai mahasiswa baru.
Pada hari ketiga pun di suruh pilih bebagai ekskul yang kami
minati masing masing dan saya pun memilih ekskul OSIS pada hari itu,
Alhamdulillah pada berbagai tes tersebut nilai saya paling teratas dan saya pun
mendapat kan respect oleh kaka kelas saya.
Sebenarnya saya sangat menikmati pada masa itu di SMA SATU
KUBU RAYA tapi saya mendapat kelas yang bisa dibilang yang tidak yang sangat
sangat suka membuli untuk para kaum lemah dan saya pun hanya satu semester
disana saya pun pindah sekola semester kedua di SMA INDONESIA MUDA pada saat
itu saya dengan teman teman baru saya da nada teman SMP saya juga disana saya
sangat dihargai disana. Dikarnakan itu saya sangat betah disana saya pun hingga
sekarang sangat rindu pada masa itu dengan solidaritas yang tinggi tidak pernah
memandang fisik pada saat itu.
Saya sampai sekarang pun terjalin silahturahmi baik dengan
kawan kawan SMA saya di INDONESIA MUDA. Mereka tetap ramah walaupun sudah pada
status mereka. Saya sangat respect pada mereka dari dulu hingga sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar