Minggu, 20 Desember 2020

Deskripsi Biografi - Guntur Pratama 12001153.


CERITA HISTORY HIDUP SAYA YANG LEMAH.

 Orang tua saya tidak main-main saat memberi saya nama (GUNTUR PRATAMA). Kata ayah dan ibu saya, saya dilahirkan saat badai dan petir menerpa dengan kencang dikarnakan itu saya di beri nama Guntur disaat itu kata ibu saya sangat sangat susah untuk dilahir kan hingga berujung sesar dan alhamulillah dari kecil hingga sekarang saya walaupun tidak normal tapi saya ber hidup sehat hingga sekarang.

Saya lahir 19 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 mei 2001. Ibu saya pernah berkata bahwa saya adalah anaknya yang paling sangat susah dilahirkan dibandingkan dengan tiga saudara saya lainnya. Adik saya dilahirkan Sembilan tahun sesudah nya, dan adik saya yang ketiga dilahirkan dua belas tahun setelah saya.

 

Kata orang-orang saya adalah anak yang sangat nakal. Mereka sering memarahi saya karena perbuatan yang telah saya lakukan. Saya akui kelakuan saya sangatlah membuat orang lain kesal, contohnya saya pernah ngumpul tengah malam hingga subuh dan merasa membuat mereka terganggu setelah itu mereka memarahi sembari menasehati saya, bahkan diantara mereka berkata "semoga anak aku tidak seperti dia.

 

Saya adalah cucu yang sangat dekat dengan nenek saya. Sejak kecil apabila kedua orangtua saya bekerja, rumah neneklah yang selalu saya tuju. Di rumah bersejarah itulah segala senang sedih bersama nenek saya terekam. Nenek adalah orang yang membela saya ketika orang lain memarahi saya atas kenakalan saya, lucunya neneklah yang memarahi mereka.

 

Dibalik kenakalan-kenakalan saya waktu kecil, tidak jarang saya jatuh sakit panas tinggi hingga step kejang demam. Sekitar umur 11 atau 12 tahun, Ketika itu saya pergi berkunjung ke rumah paman yang memiliki halaman yang rindang akan pepohonan, saya bermain dengan sanak saudara saya dibawahnya. Beberapa hari setelah itu di suatu pagi, saya terbangun dan merasakan badan saya lemas dan pusing. Saya berangkat dari kamar saya menuju ruang tengah dan berbaring hingga tertidur sembari menyalakan televisi. Namun, ketika terbangun, saya sudah berada di dalam mobil dan dikelilingi oleh mama, papa, dan keluarga lainnya. Mama berkata bahwa kami sedang menuju ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, dengan tidak sepenuhnya sadar, terlihat disekeliling saya ada dokter dan beberapa perawat sedang memasang alat infus di tangan kanan saya. Saya menangis dan memberontak. Saya yang nakal, banyak gerak, dan hyperactive kini tergulai lemas di atas kasur rumah sakit. Yang bisa saya lakukan hanyalah makan dan tidur. Dokter mendiagnosis saya terkena penyakit darah rendah yang cukup parah. Hingga suatu saat saya tertidur lama, mama saya heran mengapa saya hanya tidur dari pagi, lalu bibi yang sedang menjenguk saya pada saat itu curiga dan menekan perut saya. ternyata saya sedang mengalami tidak sadarkan diri, lalu mama memanggil perawat dan mereka membawa saya ke ruang ICU Ketika siuman yang saya ingat hanyalah alat pendetektor jantung disamping saya dan ruangan yang asing. Atuk saya kangen atuk,  entah apa yang ada dipikiran saya ketika memanggil-manggil atuk saya yang sudah meninggal sebelum saya lahir. Seketika itu pula Mama, beserta keluarga menangis mendengar kata-kata saya.

 

Saat itu keluarga saya sangat sedih. Mama saya rela melakukan apapun untuk menyembuhkan anaknya, hingga ia rela kesana kemari  untuk mencari alternative yang dapat menyembuhkan penyakit darah rendah ini. Beruntungnya kami memiliki asuransi yang dapat membantu kami dalam usaha penyembuhan penyakit yang sedang saya alami saat itu. Akhirnya setelah seminggu menjalani perawatan yang intensif, saya berhasil melawan darah rendah saya. Seiring berjalannya waktu kondisi saya berangsur-angsur membaik, akhirnya saya pun sembuh.

 

Di menengah pertama, saya bukanlah anak yang pintar dalam akademik. Namun, saya memiliki keahlian dalam non-akademik, seperti bela diri bergambar. Saya mulai latihan bergambar pada umur 5 tahun yang di ajarkan oleh nenek saya.

Saat memasuki jenjang SMP, saya masih tidak berfokus kepada akademik, saya mengikuti ekstrakurikuler membaca puisi dan mendapatkan banyak juara dalam kompetisi baris berbaris. Dalam mengikuti ekstrakurikuler ini kepribadian saya ditempa untuk menjadi orang yang disiplin, menghormati NKRI, dan kebersamaan. saya juga direkomendasikan untuk menjadi calon ketua OSIS periode 2015-2016, yakni di kelas VIII, dan saya pun terpilih. Karena OSIS inilah saya lebih berani berbicara di depan umum. Namun, di kelas VIII juga saya tersadar akan ilmu yang harus saya miliki di masa mendatang. Akhirnya saya mencoba untuk menyeimbangkan akademik dan non-akademik. Hasilnya saya mendapatkan peringkat ke sepuluh di kelas saya.

 

Di kelas III SMP, saya semakin berfokus terhadap materi-materi akademik untuk menunjang pendidikan selanjutnya, yaitu SMA. Pada saat itu saya sangat tertarik kepada ekskul osis seperti menjadi anggota saja, karena sejak saya kecil orang tua saya sangat menginginkan saya untuk menjadi seorang yang disiplin. Itulah mengapa saya termotivasi untuk menjadi seorang yang disiplin bahkan seorang yang patuh pada aturan sekalipun demi membanggakan mereka. Di semester kedua kelas III SMP, saya mulai mendaftarkan diri saya ke salah satu sekolah di KUBU RAYA PROV KALBAR yaitu SMA SATU. Dikenal karna ekstrakurikuler nya.

 

Setelah menjalani beberapa tahap seleksi seperti seleksi berkas, dan NIM , saya yakin akan lolos dan diterima sebagai siswa di SMA tersebut. Pada saat pengumuman dari ratusan nama siswa yang lolos, saya pun lolos di dalamnya. Pada saat itu saya merasa sangat gembira dan senang karna adanya lolos tersebut.

Beberapa minggu setelah seleksi tersebut, saya pun prepare untuk perlengkapan sekolah baragam untuk jejang SMA ini dan dikarnakan hal tersebut ayah saya sangat mendukung untuk hal tersebut.

Dan beberapa minggu setelahnya sayapun masuk lah hari pertama sebagai anak mahasiswa baru tersebut, saya di ospek lah oleh kaka senior bisa dibilang oleh kaka kelas saya yang ber kelas 3 SMA, dan saya memakai topi seperti badut dan membawa papan nama saya dan asal daerah saya. Saya pun berjalan bersama mahasiswa baru lainnya saya pun merasa malu yang dipandangi oleh kakak kakak kelas yang lainnya  dan mereka sangat ramai untuk menyambut kami, setelah sesampainya saya di lapangan saya pun disuruh berkenalan untuk per ospekan ini didepan orang ramai.

Dan pada hari esok nya pun masih di ospek yang disuruh bawa barang yang tidak jelas dan kami sebagai mahasiswa baru turut dengan hati yang rendah hati. Kami pun di tes keimanan dan mental pada hari itu kami dijemur disiang hari dan berpanas panasan pada hari itu setelah itu kami diistirahat kan tapi belum usai setelah nya kami pun satu persatu dipanggil oleh guru dikarnakan harus melengkapi biodata kami sebagai mahasiswa baru.

Pada hari ketiga pun di suruh pilih bebagai ekskul yang kami minati masing masing dan saya pun memilih ekskul OSIS pada hari itu, Alhamdulillah pada berbagai tes tersebut nilai saya paling teratas dan saya pun mendapat kan respect oleh kaka kelas saya.

Sebenarnya saya sangat menikmati pada masa itu di SMA SATU KUBU RAYA tapi saya mendapat kelas yang bisa dibilang yang tidak yang sangat sangat suka membuli untuk para kaum lemah dan saya pun hanya satu semester disana saya pun pindah sekola semester kedua di SMA INDONESIA MUDA pada saat itu saya dengan teman teman baru saya da nada teman SMP saya juga disana saya sangat dihargai disana. Dikarnakan itu saya sangat betah disana saya pun hingga sekarang sangat rindu pada masa itu dengan solidaritas yang tinggi tidak pernah memandang fisik pada saat itu.

Saya sampai sekarang pun terjalin silahturahmi baik dengan kawan kawan SMA saya di INDONESIA MUDA. Mereka tetap ramah walaupun sudah pada status mereka. Saya sangat respect pada mereka dari dulu hingga sekarang.

Dan saya pun sekarang memasuki jenjang KULIAH pun saya tetap Alhamdulillah dikarnakan saya mendapat kan teman teman yang seru dan selalu open untuk saya. Semoga perkuliahan saya betah hingga akhir smester nanti hehe. Sudah ini saja cerita hidup saya yang penuh dengan kekurangan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deskripsi Biografi - Guntur Pratama 12001153.

CERITA HISTORY HIDUP SAYA YANG LEMAH.  Orang tua saya tidak main-main saat memberi saya nama (GUNTUR PRATAMA). Kata ayah dan ibu saya, saya ...